RENUNGAN QOLBU

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: sman1cbb17/detilpost.php

Line Number: 129

Backtrace:

File: /home/sman1cbb/public_html/application/views/template/sman1cbb17/detilpost.php
Line: 129
Function: _error_handler

File: /home/sman1cbb/public_html/application/controllers/Post.php
Line: 30
Function: view

File: /home/sman1cbb/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

Juma't, 19/12/2014 Umum 471 hits

RENUNGAN QOLBU

 

"Hati-hati Tergelincir"

 

Numan bin Tsabit atau yang biasa kita kenal dengan Abu Hanifah, atau populer disebut Imam Hanafi, pernah berpapasan dengan anak kecil yang berjalan mengenakan sepatu kayu.

 

Sang imam berkata, "Hati-hati, Nak dengan sepatu kayumu itu Jangan sampai kau tergelincir."

 

Bocah ini pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas perhatian Abu Hanifah.

 

Bolehkah saya tahu namamu, Tuan? tanya si bocah.

 

Nu'man namaku, Jawab sang imam.

 

Jadi, Tuan lah yang selama ini terkenal dengan gelar al-imam al-a'dhom (Imam agung) itu..?? " Tanya si bocah

 

Bukan aku yang memberi gelar itu, Masyarakatlah yang berprasangka baik dan memberi gelar itu kepadaku.

 

"Wahai Imam, hati - hati dengan gelarmu. Jangan sampai Tuan tergelincir ke neraka karena gelar...

 

Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia.Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskan mu kedalam api yang kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya".

 

Ulama besar yang diikuti banyak umat itu pun tersungkur menangis. Imam Abu Hanifah ( Hanafi ) bersyukur. Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang bocah.

 

Betapa banyak manusia tertipu karena jabatan, tertipu karena kedudukan, tertipu karena kemaqoman.

 

 

Jangan sampai kita jadikan gelar dunia untuk keangkuhan......

: tanpa label

MUTIARA HADIST

Dari Abu Hurairah R.a. Berkata: Seseorang Datang Kepada Rasulullah Saw Lalu Bertanya, "Ya Rasulullah, Sedekah Manakah Yang Lebih Besar Pahalanya? Rasulullah Saw Menjawab, "Bersedekah Dalam Keadaan Sehat Sedang Engkau Amat Sayang Kepada Harta Tersebut, Takut Miskin Dan Mengharapkan Kekayaan. Oleh Sebab Itu Jangan Menunda-nunda Sehingga Apabila Ruh (nyawa) Sudah Sampai Di Tenggorokan (hampir Mati) Lalu Engkau Berwasiat Untuk Si Fulan Sekian, Untuk Si Fulan Sekian. Sedekah Paling Besar Pahalanya