LIMA PILAR KEBUDAYAAN LAHIR DARI EMPAT PONDASI NEGARA

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: sman1cbb17/detilpost.php

Line Number: 129

Backtrace:

File: /home/sman1cbb/domains/sman1cibeber.sch.id/public_html/application/views/template/sman1cbb17/detilpost.php
Line: 129
Function: _error_handler

File: /home/sman1cbb/domains/sman1cibeber.sch.id/public_html/application/controllers/Post.php
Line: 30
Function: view

File: /home/sman1cbb/domains/sman1cibeber.sch.id/public_html/index.php
Line: 292
Function: require_once

Kamis, 21/04/2016 Umum 735 hits

Pembangunan kebudayaan di Indonesia harus didasari dengan kesadaran bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan sejarah. Karena itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membuat rencana pembangunan kebudayaan ke dalam lima pilar, dengan menjadikan empat pondasi kenegeraan sebagai acuan.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan (Wamenbud) Wiendu Nuryanti mengatakan, empat pondasi kenegaraan yang dijadikan acuan dalam membangun lima pilar kebudayaan tersebut adalah UUD 1945, NKRI, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika. "Karena pondasi itu, pilar apapun yang didirikan di dalam pondasinya tidak berubah," ujar Wiendu di ruang kerjanya, (24/1/2014).

Wiendu menuturkan, lima pilar dalam pembangunan kebudayaan yaitu Pembangunan Karakter dan Jati Diri, Sejarah dan Warisan Budaya, Diplomasi Budaya, Industri Budaya, dan Sarana dan Prasarana Budaya baik fisik maupun nonfisik. Setiap pilar tersebut memiliki program unggulannya masing-masing.

Misalnya, jelas Wiendu, untuk pilar Diplomasi Budaya, program unggulannya adalah Rumah Budaya Indonesia yang dibangun di dalam negeri maupun luar negeri. Rencananya, Rumah Budaya Indonesia akan dibangun di Jepang, Cina, Rusia, Amerika, Perancis, dan negara-negara tetangga ASEAN.

Kemudian untuk pilar Sarana dan Prasarana Budaya, salah satu program unggulannya adalah revitalisasi museum. Revitalisasi museum bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat mengunjungi museum. Wiendu mengatakan, saat ini terdapat 329 museum di seluruh Indonesia, namun belum semuanya memiliki kualitas yang baik. "Museum belum bisa berkompetisi dengan mall atau fasilitas lain," katanya.

Dalam revitalisasi museum, Kemdikbud juga memberikan bimbingan teknis kepada museum-museum dalam hal pengelolaan SDM, tata koleksi museum, dengan mengajak serta para ahli. Ke depannya, Wiendu menjelaskan, Kemdikbud juga berencana agar Museum Nasional dan Galeri Nasional bisa menjadi alternatif tempat presiden menerima tamu-tamu negara. "Jadi tidak hanya di istana," ucapnya. (Desliana Maulipaksi).

Sumber: http://www.kemdikbud.go.id

: tanpa label

MUTIARA HADIST

Rasulullah Bersabda : "Sungguh Kalian Akan Mengikuti Cara-cara Hidup Umat Sebelum Kalian, Sedepa Demi Sedepa, Sehasta Demi Sehasta, Sejengkal Demi Sejengkal, Sampai Mereka Masuk Lubang Biawakpun, Niscaya Kalian Akan Memasukinya Bersama Mereka". Para Sahabat Bertanya :"Apakah Mereka Itu Yahudi Dan Nasrani, Wahai Rasul". Beliau Menjawab:"Siapa Lagi?!" Waspada Perang Pemikiran