KOTA KITA KOTA TERCINTA

Admin Senin, 24/05/2010 Kolom Guru 5294 hits

1. SEJARAH KOTA CIANJUR

Tiga abad silam merupakan saat bersejarah bagi Cianjur. Karena berdasarkan sumber - sumber tertulis , sejak tahun 1614 daerah Gunung Gede dan Gunung Pangrango ada di bawah Kesultanan Mataram. Tersebutlah sekitar tanggal 12 Juli 1677, Raden Wiratanu putra R.A. Wangsa Goparana Dalem Sagara Herang mengemban tugas untuk mempertahankan daerah Cimapag dari kekuasaan kolonial Belanda yang mulai menanamkan kuku-kunya di tanah Nusantara.Upaya Wiratanu untuk mempertahankan daerah ini juga erat kaitannya dengan desakan Belanda / VOC saat itu yang ingin mencoba menjalin kerjasama dengan Sultan Mataram Amangkurat I.

Namun sikap patriotik Amangkurat I yang tidak mau bekerjasama dengan Belanda / VOC mengakibatkan ia harus rela meninggalkan keraton tanggal 12 Juli 1677. Kejadian ini memberi arti bahwa setelah itu Mataram terlepas dari wilayah kekuasaannya. Pada pertengahan abad ke 17 ada perpindahan rakyat dari Sagara Herang yang mencari tempat baru di pinggir sungai untuk bertani dan bermukim. Babakan atau kampung mereka dinamakan menurut nama sungai di mana pemukiman itu berada.

Seiring dengan itu Raden Djajasasana putra Aria Wangsa Goparana dari Talaga keturunan Sunan Talaga, terpaksa meninggalkan Talaga karena masuk Agama Islam, sedangkan para Sunan Talaga waktu itu masih kuat memeluk agama Hindu. Sebagaimana daerah beriklim tropis, maka di wilayah Cianjur Utara tumbuh subur tanaman sayuran, teh dan tanaman hias. Di wilayah Cianjur Tengah tumbuh dengan baik tanaman padi, kelapa dan buah-buahan. Sedangkan di wilayah Cianjur Selatan tumbuh tanaman palawija, perkebunan teh, karet, aren, cokelat, kelapa serta tanaman buah-buahan.

Potensi lain di wilayah Cianjur Selatan antara lain obyek wisata pantai yang masih alami dan menantang investasi. Aria Wangsa Goparana kemudian mendirikan Nagari Sagara Herang dan menyebarkan Agama Islam ke daerah sekitarnya. Sementara itu Cikundul yang sebelumnya hanyalah merupakan sub nagari menjadi Ibu Nagari tempat pemukiman rakyat Djajasasana. Beberapa tahun sebelum tahun 1680 sub nagari tempat Raden Djajasasana disebut Cianjur (Tsitsanjoer-Tjiandjoer).

  1. Dalem / Bupati Cianjur dari masa ke masa 1. R.A. Wira Tanu I (1677-1691)
  2. R.A. Wira Tanu II (1691-1707)
  3. R.A. Wira Tanu III (1707-1727)
  4. R.A. Wira Tanu Datar IV (1927-1761)
  5. R.A. Wira Tanu Datar V (1761-1776)
  6. R.A. Wira Tanu Datar VI (1776-1813)
  7. R.A.A. Prawiradiredja I (1813-1833)
  8. R. Tumenggung Wiranagara (1833-1834)
  9. R.A.A. Kusumahningrat (Dalem Pancaniti) (1834-1862)
  10. R.A.A. Prawiradiredja II (1862-1910)
  11. R. Demang Nata Kusumah (1910-1912)
  12. R.A.A. Wiaratanatakusumah (1912-1920)
  13. R.A.A. Suriadiningrat (1920-1932)
  14. R. Sunarya (1932-1934)
  15. R.A.A. Suria Nata Atmadja (1934-1943)
  16. R. Adiwikarta (1943-1945)
  17. R. Yasin Partadiredja (1945-1945)
  18. R. Iyok Mohamad Sirodj (1945-1946)
  19. R. Abas Wilagasomantri (1946-1948)
  20. R. Ateng Sanusi Natawiyoga (1948-1950)
  21. R. Ahmad Suriadikusumah (1950-1952)
  22. R. Akhyad Penna (1952-1956)
  23. R. Holland Sukmadiningrat (1956-1957)
  24. R. Muryani Nataatmadja (1957-1959)
  25. R. Asep Adung Purawidjaja (1959-1966)
  26. Letkol R. Rakhmat (1966-1966)
  27. Letkol Sarmada (1966-1969)
  28. R. Gadjali Gandawidura (1969-1970)
  29. Drs. H. Ahmad Endang (1970-1978)
  30. Ir. H. Adjat Sudrajat Sudirahdja (1978-1983)
  31. Ir. H. Arifin Yoesoef (1983-1988)
  32. Drs. H. Eddi Soekardi (1988-1996)
  33. Drs. H. Harkat Handiamihardja (1996-2001)
  34. Ir. H. Wasidi Swastomo, Msi (2001-2006)
  35. Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh, MM (2006-2011)

Wakil Bupati Cianjur dari masa ke masa

  1. Drs. H.A. Zaenal Asyikin (1996 - 2001)
  2. H. Dadang Rachmat, S.E., M.Si (2001 - 2006)
  3. DR. H. Dadang Sufianto, Drs, M.M (2006 - 2011)

VISI dan MISI

Tantangan berat yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk meningkatkan kemakmuran masyarakatnya disebabkan karena masih tingginya laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Cianjur. Dengan Laju Pertumbuhan Penduduk ( LPP ) sebesar 1,96 % per tahun pada tahun 2005, maka berbagai masalah sosial misalnya pengangguran dan kemiskinan akan lebih sulit diatasi. Masalah yang menghambat upaya peningkatan kesehatan penduduk Kabupaten Cianjur terutama berkaitan dengan munculnya penyakit-penyakit berbasis lingkungan juga akan sulit diatasi, disamping persoalan tidak tekendalinya eksploitasi sumber daya alam yang juga dihadapi. Kehendak kuat untuk memperbaiki kondisi tersebut merupakan driving forse yang akan menggerakan Kabupaten Cianjur untuk mencapai kemakmuran masyarakat yang lebih tinggi. Ukuran kemakmuran yang digunakan dalam upaya meraih cita-cita ini adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia ( IPM ). Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Cianjur periode 2006-2011 mengarahkan upaya pembangunan pada akselerasi pencapaian IPM tersebut dengan visi dan misi sebagai berikut :

2. VISI CIANJUR LEBIH CERDAS, SEHAT, SEJAHTERA DAN BERAKHLAQUL KARIMAH.

MISI Pernyataan misi pembangunan jangka menengah Tahun 2006-2011 :

  • Meningkatkan akses terhadap pendidikan yang bermutu.
  • Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
  • Meningkatkan pembangunan ekonomi yang berbasis potensi lokal.
  • Meningkatkan pembinaan akhlaqul karimah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Misi ini ditetapkan untuk menyelesaikan persoalan bagaimana agar IPM Kabupaten Cianjur dapat terus meningkat secara signifikan sampai akhir periode jangka menengah 2006-2011.

Dengan memahami kondisi Kabupaten Cianjur saat ini, maka misi yang dipikul dalam rangka mencapai Visi berkaitan erat dengan butir-butir dalam pernyataan misi di atas.

MISI KE SATU : MENINGKATKAN AKSES TERHADAP PENDIDIKAN YANG BERMUTU Akses terhadap pendidikan yang bermutu akan meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Cianjur guna menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi yang pada gilirannya akan meningkatkan mutu hidup masyarakat Kabupaten Cianjur itu sendiri. Adapun sasaran yang hendak dicapai adalah : • Meningkatkan Rata-Rata Lama Sekolah ( RLS ) dari 6.42 pada tahun 2005 menjadi minimal 9 pada tahun 2011 (naik 2,58 point). • Meningkatkan Angka Melek Hurup ( AMH ) dari 97,55 pada tahun 2005 menjadi 99,96 pada tahun 2011. • Meningkatnya kualitas pendidikan yang berakhlakulkarimah. • Berkembangnya seni budaya daerah yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

MISI KE DUA : MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT Kondisi kesehatan akan mempengaruhi kesiapan msyarakat untuk melakukan aktifitasnya sehari-hari dalam rangka memperoleh penghidupan yang lebih baik. Permasalahan yang ada pada masa periode 2001-2005 adalah :

  • Belum optimalnya pembinaan pola hidup bersih dan sehat pada masyarakat.
  • Rendahnya derajat kesehatan lingkungan.
  • Rendahnya kualitas dan keterjangkauan, serta kurang meratanya pelayanan kesehatan.

Sasaran yang hendak dicapai :

  • Meningkatnya Usia Harapan Hidup ( UHH ) dari 65.33 tahun 2005 menjadi 67,50 pada tahun 2011.
  • Menurunnya Angka Kematian Bayi ( AKB ) dari 52,40 per seribu kelahiran pada tahun 2005 menjadi 48,00 per seribu kelahiran pada tahun 2011.
  • Menurunnya Angka Kematian Ibu Melahirkan dari 362 per 100.000 ibu melahirkan pada tahunn 2005 menjadi 355 per 100.000 ibu melahirkan pada tahun 2011.
  • Menurunnya prevalens Giji Kurang pada anak dari 1,3 pada tahun 2005 menjadi 1,0 pada tahun 2011.
  • Menurunnya Angka kelahiran dari 2,45 pada tahun 2005 menjadi 2,20 pada tahun 2011.

MISI KE TIGA : MENINGKATKAN PEMBANGUNAN EKONOMI YANG BERBASIS POTENSI LOKAL Tingginya angka penduduk miskin dan angka pengangguran, degradasi Sumber Daya Alam, serta persaingan ekonomi regional-global merupakan suatu tantangan strategis yang harus dihadapi dalam rangka meningkatkan perekonomian daerah.

Pemecahan yang paling dapat mengakomodasi semua permasalahan tersebut adalah melalui perluasan kapasitas fiskal daerah dan perluasan basis produktif sektor ekonomi rakyat. Permasalahan yang ada pada masa periode 2001-2005 adalah :

  • Kurangnya pengembangan potensi lokal perwilayah pembangunan.
  • Kurangnya lapangan kerja.
  • Kurangnya pemberdayaan koperasi dan usaha kecil menengah.

Sasaran yang hendak dicapai :

  • Meningkatnya Laju Pertumbuhan Ekonomi ( LPE ) dari 3,82 persen pada tahun 2005 diestimasikan menjadi 4,66 persen pada tahun 2011.
  • Lebih baiknya pemerataan pendapatan, yang ditunjukan dengan Gini Ratio pada tahun 2005 sebesar 0,192 diestimasikan mengalami kenaikan pada tahun 2011.

MISI KE EMPAT : MENINGKATKAN PEMBINAAN AHKLAQUL KARIMAH DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT, BERBANGSA DAN BERNEGARA.

Kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara warga Cianjur yang dikenal religius merupakan modal dasar dalam menyukseskan pembangunan manusia. Pembinaan akhlak menuju akhlakulkarimah bagi seluruh pelaku pembangunan Kabupaten Cianjur menjadi suatu keharusa yang tidak bisa diabaikan untuk mengisi kehausan dan kehampaan spiritual yang umumnya menyertai pesatnya kemajuan pembangunan masyarakat suatu daerah.

Permasalahan yang ada pada masa periode 2001-2005 adalah :

  • Belum berkembangnya keterpaduan pendidikan fomal, non formal dan informasi yang dilandasi nilai-nilai ahklakulkarimah.
  • Belum meratanya dukungan terhadap lembaga-lembaga keagamaan.
  • Belum berkembangnya aplikasi nilai-nilai ahklakulkarimah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan benegara.

Sasaran yang hendak dicapai :

  • Meningkatnya pembinaan kerukunan antar umat seagama, antar umat beragama dan antara umat beragama dan pemerintah (tri kerukunan).
  • Meningkatnya kesalehan sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

3. Filosofi Cianjur

Cianjur memiliki filosofi yang sangat bagus, yakni ngaos-mamaos dan maenpo yang mengingatkan tentang 3 (tiga) aspek keparipurnaan hidup.

Ngaos adalah tradisi mengaji yang mewarnai suasana dan nuansa Cianjur dengan masyarakat yang dilekati dengan ke beragamaan. Citra sebagai daerah agamis ini konon sudah terintis sejak Cianjur ada dari ketiadan yakni sekitar tahun 1677 dimana tatar Cianjur ini dibangun oleh para ulama dan santri tempo dulu yang gencar mengembangkan syiar Islam. Itulah sebabnya Cianjur juga sempat mendapat julukan gudang santri dan kyai. Bila di tengok sekilas sejarah perjuangan di tatar Cianjur jauh sebelum masa perang kemerdekaan, bahwa kekuatan-kekuatan perjuangan kemerdekaan pada masa itu tumbuh dan bergolak pula di pondok-pondok pesantren. Banyak pejuang-pejuang yang meminta restu para kyai sebelum berangkat ke medan perang. Mereka baru merasakan lengkap dan percaya diri berangkat ke medan juang setelah mendapat restu para kyai.

Mamaos adalah seni budaya yang menggambarkan kehalusan budi dan rasa menjadi perekat persaudaraan dan kekeluargaan dalam tata pergaulan hidup. Seni mamaos tembang sunda Cianjuran lahir dari hasil cipta, rasa dan karsa Bupati Cianjur R. Aria Adipati Kusumahningrat yang dikenal dengan sebutan Dalem Pancaniti. Ia menjadi pupuhu (pemimpin) tatar Cianjur sekitar tahun 1834-1862. Seni mamaos ini terdiri dari alat kecapi indung (Kecapi besar dan Kecapi rincik (kecapi kecil) serta sebuah suling yang mengiringi panembanan atau juru. Pada umumnya syair mamaos ini lebih banyak mengungkapkan puji-pujian akan kebesaran Tuhan dengan segala hasil ciptaanNya.

Sedangkan Maen Po adalah seni diri pencak silat yang menggambarkan keterampilan dan ketangguhan. Pencipta dan penyebar maen po ini adalah R. Djadjaperbata atau dikenal dengan nama R. H. Ibrahim aliran ini mempunyai ciri permainan rasa yaitu sensitivitas atau kepekaan yang mampu membaca segala gerak lawan ketika anggota badan saling bersentuhan. Dalam maenpo dikenal ilmu Liliwatan (penghindaran) dan Peupeuhan (pukulan). Apabila filosofi tersebut diresapi, pada hakekatnya merupakan symbol rasa keber-agama-an, kebudayaan dan kerja keras.

Dengan keberagamaan sasaran yang ingin dicapai adalah terciptanya keimanan dan ketaqwaan masyarakat melalui pembangunan akhlak yang mulia. Dengan kebudayaan, masyarakat cianjur ingin mempertahankan keberadaannya sebagai masyarakat yang berbudaya, memiliki adab, tatakrama dan sopan santun dalam tata pergaulan hidup.

Dengan kerja keras sebagai implementasi dari filosofi maenpo, masyarakat Cianjur selalu menunjukan semangat keberdayaan yang tinggi dalam meningkatkan mutu kehidupan. Liliwatan, tidak semata-mata permainan beladiri dalam pencak silat, tetapi juga ditafsirkan sebagai sikap untuk menghindarkan diri dari perbuatan yang maksiat. Sedangkan peupeuhan atau pukulan ditafsirkan sebagai kekuatan didalam menghadapi berbagai tantangan dalam hidup.

Sedangkan visi pembangunan Kabupaten Cianjur untuk kurun waktu 5 tahun dari tahun 2006 sampai 2011 adalah Terwujudnya Kabupaten Cianjur lebih cerdas, sehat, sejahtera dan berakhlaqul karimah.

4. Sekilas Cianjur

Cianjur dikenal dan lekat dengan pameo ngaos, mamaos dan maenpo. Ngaos adalah tradisi mengaji sebagai salah satu pencerminan kegiatan keagamaan. Mamaos adalah pencerminan kehidupan budaya daerah dimana seni mamaos Tembang Sunda Cianjuran berbibit buit ( berasal )dari tatar Cianjur. Sedangkan maenpo adalah seni beladiri tempo dulu asli Cianjur yang sekarang lebih dikenal dengan seni beladiri Pencak Silat. Luas wilayah Kabupaten Cianjur 350.148 km2 dengan jumlah penduduk pada tahun 2007 sebanyak 2.138.465 jiwa. Lapangan pekerjaan utama penduduk Kabupaten Cianjur di sektor pertanian yaitu sekitar 52,00 %. Sektor lainnya yang cukup banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan yaitu sekitar 23,00 %. Sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar terhadap PDRB Kabupaten Cianjur yaitu sekitar 42,80 % disusul sektor perdagangan sekitar 24,62%. Sawah nan subur : Sebagai daerah agraris Kab.Cianjur Merupakan penghasil padi berkualitas. Secara administratif Pemerintah kabupaten Cianjur terbagi dalam 32 Kecamatan, dengan batas-batas administratif :

  1. Sebelah utara berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Purwakarta.
  2. Sebelah barat berbatasan dengan wilayah Kabupaten Sukabumi.
  3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudra Indonesia.
  4. Sebelah Timur berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut.

Secara geografis Kabupaten Cianjur dapat dibedakan dalam tiga wilayah pembangunan yakni wilayah utara, tengah dan wilayah selatan.

  1. Wilayah Utara Meliputi 16 Kecamatan : Cianjur, Cilaku, Warungkondang,Gekbrong, Cibeber, Karangtengah, Sukaluyu, Ciranjang, Bojongpicung, Mande, Cikalongkulon, Cugenang , Sukaresmi, Cipanas, Pacet dan Haurwangi.
  2. Wilayah Tengah Meliputi 9 Kecamatan : Sukanagara, Takokak, Campaka, Campaka Mulya, Tanggeung, Pagelaran, Leles, Cijati dan Kadupandak.
  3. Wilayah Selatan Meliputi 7 Kecamatan : Cibinong, Agrabinta, Sindangbarang, Cidaun , Naringgul, Cikadu dan Pasirkuda.

Sebagaimana daerah beriklim tropis, maka di wilayah Cianjur utara tumbuh subur tanaman sayuran, teh dan tanaman hias. Di wilayah Cianjur Tengah tumbuh dengan baik tanaman padi, kelapa dan buah-buahan. Sedangkan di wilayah Cianjur Selatan tumbuh tanaman palawija, perkebunan teh, karet, aren, cokelat, kelapa serta tanaman buah-buahan. Potensi lain di wilayah Cianjur Selatan antara lain obyek wisata pantai yang masih alami dan menantang investasi. Sebagai daerah agraris yang pembangunananya bertumpu pada sektor pertanian, kabupaten Cianjur merupakan salah satu daerah swa-sembada padi. Produksi padi pertahun sekitar 625.000 ton dan dari jumlah sebesar itu telah dikurangi kebutuhan konsumsi lokal dan benih, masih memperoleh surplus padi sekitar 40 %. Produksi pertanian padi terdapat hampir di seluruh wilayah Cianjur. Kecuali di Kecamatan Pacet dan Sukanagara.

Di kedua Kecamatan ini, didominasi oleh tanaman sayuran dan tanaman hias. Dari wilayah ini pula setiap hari belasan ton sayur mayur dipasok ke Jabotabek. Panen Raya : Kerja keras yang tak pernah sia - sia. Pengembangan usaha perikanan air tawar dan laut di Kabupaten Cianjur cukup potensial. Baik untuk usaha berskala kecil maupun besar.

Beberapa faktor pendukungnya adalah : jumlah penduduk yang relatif besar serta tersedianya lahan budi daya ikan air tawar dan ikan laut. Usaha pertambakan ikan dan penagkapan ikan laut memiliki peluang besar di wilayah Cianjur selatan, khususnya di sepanjang pantai Cidaun hingga Agrabinta. Di wilayah ini, mulai dirintis dan di kembangkan pertambakan budi daya udang. Sedangkan budi daya ikan tawar terbuka luas di cianjur utara dan cianjur tengah. Di wilayah ini terdapat budi daya ikan hias, pembenihan ikan, mina padi, kolam air deras dan keramba serta usaha jaring terapung di danau Cirata, yang sekaligus merupakan salah satu obyek wisata yang mulai berkembang. Petani Bunga : Untuk menggunting dan merangkai setangkai Bonsai pun diperlukan kelembutan Berkat ketekunan tercipta Bonsai dengan harga yag relatif mahal. Hamparan perkebuanan teh di daerah Sukanagara Sementara itu , potensi perkebunan di Kabupaten Cianjur cukup besar dimana sekitar 19,4 % dari seluruh luas merupakan areal perkebunan.

Selama in dikelola oleh Perkebunan Besar Negara (PBN) seluas 10.709 hektar, Perkebunan Besar Swasta (PBS) sekitar 20.174 hektar dan Perkebunan Rakyat (PR) seluas 37.167 hektar. Peningkatan produksi perkebunan, terutama komoditi teh cukup baik. Produktivitas teh rakyat mampu mencapai antara 1.400 - 1.500 kg teh kering per hektar. Sedangkan yang di kelola oleh perkebunan besar rata-rata mencapai di atas 2.000 kg per hektar.

5. Keadaan Penduduk Pembangunan

kependudukan merupakan langkah penting dalam mencapai pembanguna berkelanjutan. Upaya ini di selenggarakan melalui dua langkah pokok pengendalian kuantitas penduduk. Pengendalian kuantitas dilaksanakan melalui program Keluarga Berencana dan Kesehatan reproduksi, pengaturan mobiltas penduduk dan penyelenggaraan administrasi kependudukan.Sedangkan peningkatan kualitas penduduk dapat dilihat melalui pencapaian indek pembangunan manusia ( IPM ). A. Laju Pertumbuhan Penduduk Jumlah penduduk Kabupaten Cianjur tahun 1995 sebanyak 1.745.763 jiwa tahun 2000 sebanyak 1.922.106 jiwa, dan pada thun 2006 sebanyak 2.125.023 jiwa. Selama periode tahun 1995-2006 laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Cianjur rata-rata sebesar 1,86% per tahun. Angka laju pertumbuhan penduduk berdasarkan data Susenas lebih tinggi bila dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk berdasarkan pencacahan sensus penduduk (SP) tahun 2000 sebesar 1,57% tahun 0,25persen dibanding laju pertumbuhan penduduk hasil sensus penduduk (SP) tahun 1990 yaitu sebesar 1,82%. Angka itu masih berada diatas laju pertumbuhan penduduk secara nasional yaitu 1,49%, namun masih dibawah rata-rata jawa barat pada periode 2004-2006 sebersar 2,09%. Dilihat dari setiap Kecamatan , angka laju pertumbuhan penduduknya sangat fluktuatif, dengan angka tertinggi derada diatas rata-rata kebupaten ditepati oleh kecamatan Karangtengah (3,72%), Mande (2,75%), Ciranjang (2,20%), Cugenang (1,96%), Bojongpicung (1,87%), dan Pacet (1,96%). Masih tinggiya angka laju pertumbuhan penduduk di kabupaten Cianjur selama periode tahun 1995-2005 ini antara lain disebabkan oleh masih belum terkendalinya angka kelahiran total ( Total Ferlity Rate / TFR). Idealnya laju pertumbuhan ini harus dapat ditekan sampai mendekati angka 1% atau bahkan kurang.Berdasarkan series tahun 1995-2005, pencacahan sensus diprediksikan untuk kurun waktu 2005-2015, perkiraan laju pertumbuhan penduduk Kabupten Cianjur rata-rata akan jatuh pada angka 1,62%-1,86%. B. Kepadatan Penduduk Kepadatan penduduk Kabupten Cianjur pada tahun 2005 sekitar 548,94 jiwa per km². laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Cianjur ini tidak merata, terlihat bahwa sekitar 63,90% penduduk Kabupaten Cianjur terkonsentrasi di bagian utara, 19,19% mendiami berbagai kecamatan dibagian tengah dan sisanya sebanyak 17,12% berada di berbagai Kecamatan di bagian selatan kabupaten Cianjur. Kepadatan penduduk di kecamatan-kecamatan wilayah utara jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah selatan dan tengah, dengan demikian pengembangan potensi ekonomi kecamatan-kecamatan di wilayah tengah dan selatan menghadapi kendala untuk dikembangkan, antara lain karena penduduknya masih jarang dan terpencar sehingga secara ekonomis pengembangan di wilayah tersebut kurang menguntungkan.

Terjadinya kesenjangan penyebaran penduduk secara geografis dimungkinkan berklaitan erat dengan faktor daya tarik wilayah,terutama,dengan asfek ekonomi serta ketersediaan sarana tempat tinggal yang memadai. Beberapa Kecamatan yang memperlihatkan kepadatan penduduk cukup tinggi di wilayah Cianjur utara antara lain Kecamatan Cianjur (6.275,98 jiwa/km²), Karangtengah (3.073,68 jiwa/km²) , Kercamatan Ciranjang (2.276,76 jiwa/km²), Cipanas (1.834,47 jiwa/km²), Pacet (1.495,03 jiwa/km²), Sukaluyu (1.546,96 jiwa/km²), Cugenang (1.424,14 jiwa/km²), Cilaku (1.455,18 jiwa/km²), dan Warungdoyong ( 1.279,57 jiwa/km²). Sementara itu kecamatan yang mempunyai kepadatn penduduk geografis terkecil adalah kecamatan Naringul (180,75 jiwa/km²) dan kecamatan Agrabinta (184,40 jiwa/km²). Sedangkan berdasarkan hasil proyeksi pada tahun 2011 kepadatan penduduk tertinggi terdapat di kecamatan Karang Tengah dengan jumlah kepadatan penduduk sebesar 10.014jiwa/km².

Sementara kecamatan dengan kepadatan penduduk terendah pada tahun 2011 adalah kecamatan Cidaun dan Naringgul,masing-masing memiliki kepadatan penduduk sebesar 165 jiwa/km² dan 194 jiwa/km².

6. Lambang & Moto

Makna Lambang

  • Perisai, melambangkan ketangguhan fisik dan mental.
  • Warna dasar kuning emas, melambangkan kehidupan yang abadi.
  • Gunung berwarna hijau, melambangkan kesuburan.
  • Hamparan warna biru, menunjukkan air yang melambangkan kesetiaan dan ketaatan.
  • Dua tangkai padi bersilang berwarna, masing - masing berbutir 17 melambangkan ketentraman dan dinamika kehidupan masyarakat yang dijiwai semangat Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.
  • Simpul pita berwarna kuning emas, melambangkan sifat persatuan dan kesatuan.
  • Motto Sugih Mukti, melambangkan kesejahteraan

 

7. Hymne & Mars

MARS SUGIH MUKTI Syair & Lagu : Djohan Arifien Cianjur tatar tercinta Kebanggaan kita semua Kami bersatu bahu membahu Sugih Mukti cita-cita mulia Dengan dasar iman taqwa Mari berjuang dan membangun Cianjur Mandiri maju terkemuka Itulah tekad kita Do'a padamu Illahi Berkahilah perjuangan kami Menuju Cianjur madani Sugih Mukti di bawah Ridha Illahi

HYMNE SUGIH MUKTI Syair : Djohan Arifien Lagu : Djuherman Kami syukuri anugrah-Mu ya Allah Tatar indah tempat kami berkiprah Cianjur termasyur citra tinggi budayanya Parahiangan permai kami hidup rukun dan damai Bersama-sama kami melangkah pasti Jalan penuh tantangan kami tapaki Terimalah curahan bhakti suci kami Untukmu Cianjur yang madani dan sugih mukti

8. Peta Cianjur

9. Fokus Pembangunan

Apabila kita amati perkembangan ekonomi 5 tahun ke depan maka perekonomiandi Kabupaten cianjur akan meningkat dengan adanya 5 unggulan bisnis yang diperkirakan mampu memacu pertumbuhan perekonomian wilayah, penetapan keenam sektor unggulan tersebut dilakukan dengan memperhatikan kontribusinya saat ini dan berdasarkan peluang pengembangan yang dimiliki pada masing- masing sektor. Lima unggulan bisnis tersebut adalah: Agribisnis, Agromarine bisnis, Pariwisata, Kerajinan rumah tangga, Industri manufaktur perdagangan dan jasa.

  1. Agribisnis /Agromarine bisnis Komoditi padi sawah merupakan basis kegiatan perekonomian pada sebagian besar kecamatan di Kabupaten Cianjur, Hal ini di tunjukan pada beberapa kecamatan yang memiliki kekhasan dan produc yang dihasilkan, diantaranya Kecamnatan Warungkondang yang telah ditunjang pula oleh sarana dan prasarana produksi hasil pertanian yang relatif telah memadai.Selain padi sawah, kelapa dan cengkeh merupakan komoditas peternakan dan perikanan yang menjadi unggulan di Kabubaten Cianjur, adalah Sapi potong, domba, ayam ras, ikan mas, ikan mnila, lele, lobster, dan tuna. Hal ini terceermin dan kemampuan komoditas tersebut menjadi sektor basis pada beberapa kecamatan.
  2. Pariwisata Dengan kekayaan alam dan budaya yang lengkap serta posisi geografisnya, Kabupaten Cianjur memiliki prospek yang cukup potensial dalam perdagangan pariwisatanya. Khusus mengenai potensi wisata agro,Kabupaten Cianjur mempunyai potensi yang cukup besar karena sesuai dengan kondisi alamnya yang bersifat agraris. Apabila wisata agro ini diartikan sebagai kegiatan wisata yang dihubungkan dengan pertanian dalam arti luas (meliputi pertanian, tanaman pangan, perkebunan, perikanan, peternakan dan kehutanan), Maka Kabupaten Cianjur memiliki kegiatan pertanian yang hampir tersebar di seluruh bagian wilayah dengan variasi dan jenis komoditinya yang meliputi hamparan pertanian sawah yang luas, perkebunan, (the, karet, buah-buahan dan bagainya), kawasan hutan wisata dan sentra-sentra kegiatan peternakan.
  3. Kerajinan Rumah Tangga Kabupaten Cianjur merupakan wilayah yang memiliki potensi untuk mengembangkan kerajinan rumah tangga yang selama ini hanya menjadi sektor informal. Indikasi yang menunjukan sektor ini memiliki potensi adalah telah terbentuknya beberapa kegiatan produksi di beberapa kecamatan, dimana produksi yang dihasilkan telah memiliki pangsa pasar yang cukup luas bahkan dapat melakukan ekspor ke luar propinsi.
  4. Industri Manufuktur Industri manufuktur yang telah berkembang di Kabupaten Cianjur antara lain meubel dan konveksi. Khusus untuk industri meubel telah menjadi sektor basis di Kecamatan Cibinong, Takokak, Sukanagara, Campaka, dan Pacet.Sementara untuk jenis industri lainnya masih belum teridentifikasi
  5. Perdagangan dan jasa Berdasarkan nilai PDRB Kabupaten Cianjur, sektor perdagangan pada tahun 2005 atas harga berlaku memberikan kontribusi sebesar 13,79 % dari total PDRB : sedangkan atas harga konstan memberikan sumbangan sebesar 3,54% sektor jasa atas harga berlaku memberikan sumbangan sebesar memberikan kontribusi sebesar 16,68% dari total PDRB: sedangkan atas dasar harga konstan sebesar 3,40%. Sementara berdasarkan nilai LQ sebesar 1,44. dengan demikian kedua sektor tersebut merupakan sektor unggulan di kabupaten Cianjur dan merupakan kegiatan inti perekonomian yang dapat memacu pertumbuhan. Peningkatan produktifitas keenam unggulan/ core bisnis tersebut diatas dapat dilakukan dengan kemampuan sumberdaya manusia serta peningkatan implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selain itu peningkatan laju pertumbuhan ekonomi harus dilakukan dengan peningkatan investasi yang masuk ke sektor unggulan, terutama yang Bersifat padat karya

10. Perkembangan Sebagai pusat pelayanan jasa dan perdagangan

kota Cianjur harus berperan dalam melayani kegiatan pemasaran komoditi perdagangan ke wilayah lebih luas. Peningkatan berbagai hasil produksi masyarakat di sekitarnya, terutama di sektor pertanian jelas memerlukan sarana pemasaran yang lebih memadai. Demikian pula masyarakat konsumen dalam memenuhi kebutuhan rumah tangganya, memerlukan tempat belanja yang lebih baik dan lengkap. Oleh karena itu, di kota Cianjur kini terdapat pusat-pusat perdagangan tradisional tetapi berwajah modern yaitu dengan di bangunnya Pasar Induk Cianjur dan Pasar Muka Cianjur yang di lengkapi departement store Ramayana. Disamping tempat pembelanjaan lainnya seperti Pusat Glosir dan Super Mall Mayofield, yang terletak di Jl. Dr. Muwardi -Rancagoong.Toserba Selamat, di jl.Siliwangi perempatan Joglo Cianjur Lapangan Prawatasari Joglo Cianjur : Salah satu sarana olahraga masyarakat Cianjur.

Pertumbuhan dan Perkembangan kota Cianjur pada dasarnya saling bergantungan dengan daerah yang lebih luas (regional), yaitu berupa interaksi kegiatan-kegiatan sosial, ekonomi, dan pemerintahan. Selaras dengan hal tersebut, di dalam konsep pengembangan wilayah regional Jawa Barat, kota Cianjur termasuk daerah penyangga pengaruh pengembangan wilayah Bandung Raya.

Beberapa fungsi yang sangat menonjol, yaitu sebagai pusat pemerintah, perdagangan dan jasa, serta pusat pengembangan sosial budaya. Disamping itu, kota Cianjur di lintasi jaringan jalan antara kota-kota besar, seperti Bandung dan Jakarta sehingga potensi itu memberikan dampak yang positif terhadap pertumbuhan Kabupaten Cianjur maupun bagi kota Cianjur sendiri. Pasar Muka : Pasar semi modern wujud kemajuan perekonomian masyarakat. Untuk memperluas jaringan jalan di kota Cianjur, Pemerintah daerah membangun jaringan-jaringan jalan baru. Salah satu adalah Jalan Dr. Muwardi-Rancagoong sepanjang 3,6 km di sebelah timur kota Cianjur. Jaringan jalan ini menghubungkan arus bolak balik kendaraan dari Jakarta - Bogor - Bandung yang melewati Sukabumi tanpa harus melewati jaringan jalan di pusat kota Cianjur yang kepadatannya sudah cukup tinggi. Dengan di bangunnya jalan tersebut, disamping dalam rangka pengembangan kota Cianjur serta untuk memperluas pergerakan aktivitas masyarakat perkotaan, juga akan mendorong perkembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan sosial budaya sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pusat perbelanjaan : Aman, Nyaman & Lengkap. Ruas jalan lainnya yang dibangun ialah jalan lingkar belakang terminal bis Rawabango - Bojong - Maleber di Kecamatan Karangtengah sepanjang 3 km. Ruas jalan ini di bangun untuk mengurangi kepadatan lalu lintas pada ruas jalan di depan terminal bus Rawabango. Sebuah kota tanpa dilihat ukuran besar kecilnya akan selalu dipengaruhi oleh perkembangan mobilitas dan aktivitas penduduk. Kota Cianjur yang dilintasi kota-kota besar (Bandung-Jakarta) menuntut adanya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini sesuai dengan salah satu tujuan yang ingin dicapai yakni mewujudkan kota Cianjur yang nyaman dan membetahkan sebagai salah satu tujuan investasi dan pariwisata andalan.Untuk itu dilakukan re-design / penataan dan pembenahan kembali kota Cianjur melalui Revisi Tata Ruang Kota Cianjur.

© 2005 - 2009

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cianjur

: tanpa label

Membaca Al-Qur'an

Senin, 23/03/2015

MUTIARA HADIST

Rasulullah Bersabda, 'Barangsiapa Berjalan Memenuhi Keperluan Saudaranya Dan Menyampaikan Keinginannya, Maka Itu Lebih Besar (pahalanya) Daripada Iktikaf Di Masjid Selama 10 Tahun, Sedangkan Orang Yang Iktikaf Satu Hari Untuk Mencari Keridhaan Allah, Maka Allah Akan Jadikan Penghalang Antara Ia Dan Neraka Tiga Parit Yang Jauhnya Lebih Dari Dua Ufuk Timur Dan Barat'. Membahagiakan Saudara Kita