WARTA SMA
Jajak Pendapat

Seberapa banyak informasi yang anda peroleh dari website kami ?

Banyak
Lumayan
Sedikit
Tidak Tahu

Tampilkan Hasil Suara

Seberapa banyak informasi yang anda peroleh dari website kami ?

Banyak (30.7 %)

Lumayan (17.2 %)

Sedikit (39.3 %)

Tidak Tahu (12.8 %)

(290 Suara)

Get the Flash Player to see this rotator.
Perluas Layanan PAUD Kemdiknas Gandeng Empat Organisasi Perempuan
Diposting pada: 2010-08-29 01:00:21 | Hits : 675 | Kategori: Eksternal

JAKARTA, (PRLM).- Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) menggandeng empat organisasi perempuan untuk memperluas layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Keempat organisasi itu adalah Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Dharma Wanita Persatuan Pusat, Aisyiyah, dan Kongres Wanita Indonesia.

Penandatanganan kesepakatan bersama (MOU) dengan perwakilan empat organisasi perempuan itu berlangsung di Gedung Kemdiknas, Senayan, Jakarta, Jumat (27/8). Keempat organisasi perempuan tersebut dianggap mempunyai peran yang sangat strategis dan penting dalam pelaksanaan PAUD dan pendidikan nonformal.

Mendiknas) Mohammad Nuh menuturkan, dalam perluasan pendidikan Kemdiknas tidak hanya melakukan pendekatan melalui jalur formal, akan tetapi juga bekerja sama dengan organisasi-organisasi yang mempunyai jejaring sampai ke pelosok.

"Kalau di kota tidak persoalan karena sudah tersedia infrastruktur, termasuk infrastruktur sosialnya, tetapi yang ada di desa-desa memerlukan beliau-beliau yang mempunyai pengalaman," katanya seusai penandatanganan.

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Mendiknas Mohammad Nuh dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar tentang Pengarusutamaan Gender dan Pengarusutamaan Hak Anak di Bidang Pendidikan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar berharap, kesepakatan ini akan memperkuat seluruh program-program yang ada di Kemdiknas. Program itu, kata dia, difokuskan untuk memperhatikan kepentingan laki-laki dan perempuan pada bidang pendidikan.

Menurut Linda, kondisi kesetaraan laki-laki dan perempuan pada pendidikan anak usia sembilan tahun (wajib belajar) sudah hampir sama. "Tinggal pengembangannya untuk tingkat yang lebih tinggi," katanya. (A-94/das)***

 

Dikutip dari :

http://www.pikiran-rakyat.com/node/120911, minggu, 29 agustus 2010-12:59

SocialTwist Tell-a-Friend

« Kembali

Silakan dibaca juga informasi dibawah ini:

Komentar (total Komentar : 0)

Tidak ada komentar

« Kembali

Form Komentar



0159

* Wajib diisi !

MUTIARA HADIST
Optimis Dan Positive Thingkinglah Kepada Allah ! :
Aku Adalah Menurut Persangkaan Hamba-Ku Kepada-Ku.Dan Aku Bersamanya Sepanjang Ia Ingat Kepada-Ku. Jika Ia Menyebut-Ku Dalam Dirinya, Maka Aku Menyebutnya Dalam Diri-Ku. Ketika Ia Menyebut-Ku Ditengah-tengah Sekelompok Orang, Maka Aku Menyebutkannya Di Tengah-tengah Kelompok Yang Lebih Baik Dari Mereka (kelompok Malaikat).

 
 
SMA Negeri 1 Cibeber © Copyright 2010 All Rights Reserved | Powered By: GaluhWeb CMS